Sebuah Paradoks……


Sebuah paradoks telah terjadi di zaman kita, ”Kita memiliki banyak gedung tinggi tetapi tabiat lebih pendek. Jalan lebih luas tetapi pandangan lebih sempit. Kita belanja lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit. Kita membeli lebih banyak, tetapi kurang menikmatinya. Kita memiliki rumah lebih besar, tetapi memiliki keluarga lebih sedikit. Kita punya lebih banyak gelar, tetapi lebih sedikit kepandaian. Lebih banyak pengetahuan, tetapi tidak memiliki hikmat. Lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah. Lebih banyak obat, tetapi lebih banyak orang sakit. Kita menggandakan kekayaan kita tetapi mengurangi nilai hidup kita. Kita terlalu banyak bicara tetapi sedikit mendengar. Kita telah mencari nafkah tetapi bukan kehidupan. Kita menambah umur tetapi bukan umur kehidupan. Kita telah bolak balik ke bulan tetapi terlalu sulit menyeberang ke tetangga. Kita memiliki lebih banyak memberi makan anak tetapi sedikit memilikinya. Kita memiliki pendapatan lebih tinggi tetapi moral lebih rendah. Kita punya banyak kenalan tetapi sedikit sahabat. Keuntungan tajam tetapi hubungan pendek. Lebih banyak bersenang-senang tetapi sedikit bahagia” Dan masih banyak paradok yang lainnya. Mengapa ini terjadi? karena kita hidup di zaman yang hanya dinilai secara hasil dan pencapaian. Dunia yang kita tinggali telah kehilangan nilai-nilai atau norma-norma dalam masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s