SECOND Mile


Mil kedua (2nd mile) adalah mil ekstra, mil di mana kita memberikan nilai yang lebih bagi pekerjaan, kewajiban atau tanggung jawab kita. Inilah yang saya sebut dengan mil excellence atau mil ekstra. Dalam mil ini kita melakukan segala sesuatu di atas rata-rata yang dilakukan orang pada umumnya. Dan, kita melakukannya tanpa paksaan atau tuntutan, melainkan dengan motivasi memberikan yang terbaik pada sesama manusia dan Tuhan.
Mil kedua (2nd Mile) adalah bagaimana kita memiliki cara-cara yang berkualitas ekstra sehingga kita mampu menjadi pembuat sejarah di generasi ini, dengan memandang dan menilai sesuatu dengan cara yang berbeda. Di mil kedua kita akan memiliki ukuran-ukuran penilaian, cara pandang dan motivasi yang sangat berbeda dari orang-orang biasa. Dalam kehidupan, kita memang biasa berjalan dalam mil pertama yang merupakan mil yang biasa kita tempuh. Namun, dunia ini menuntut kita melakukan segala sesuatu lebih dari biasanya. Mil kedua adalah titik di mana kita melakukan sesuatu lebih dari sekadar melakukan: lebih dari sekadar bekerja, lebih dari sekadar sekolah, lebih dari sekadar berkarier, lebih dari sekadar berkeluarga, lebih dari sekadar memiliki, lebih dari sekadar memberi, lebih dari sekadar percaya, lebih dari sekadar mengasihi, dan lebih dari sekadar hidup.”
Namun, mil kedua juga merupakan mil di mana kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan, tetapi menikmatinya. Fokus buku ini adalah bagaimana kita dapat mencapai mil kedua bagi setiap tugas, tanggung jawab, atau pekerjaan kita dengan tetap tidak kehilangan ”kenikmatannya”. Dan, bagaimana kita melebihi batas-batas aman dan nyaman kehidupan kita serta menceburkan diri kepada hal-hal yang menantang dengan berani ambil risiko dan berani gagal dengan tanpa rasa menyesal. Pada mil kedua ini kita akan lebih produktif dan memberi hasil yang bernilai.
Saya senang menyebut mil kedua ini dengan mil cinta kasih. Maksudnya kita menjalani segala sesuatu tidak dengan ketakutan, tetapi cinta kasih yang besar, khususnya cinta kasih kepada Tuhan. Cinta kasih adalah sebuah hukum kehidupan yang terbesar, lebih dari hukum tabur-tuai (hukum sebab akibat), hukum hak dan kewajiban. Cinta kasih berasal dari Sang Pencipta. Dan, segala sesuatu di dunia ini diciptakan berdasarkan cinta kasih. Dengan cinta kasih kita akan menemukan jalan keluar, keyakinan, kekuatan, hasrat, keberanian, ketekunan, integritas, sikap positif, dan pengorbanan yang besar. Dengan cinta kasih kita juga mampu bangkit dari kegagalan dan keterpurukan untuk menjadi pemenang. Dengan cinta kasih kita mampu menghargai dan bertanggung jawab terhadap segala sesuatu. Cinta kasih adalah sebuah hukum spiritual. Cintai pekerjaan dan tanggung jawabmu hari ini maka Anda akan menemukan jalan keluar dari setiap masalah dan tantangan yang dihadapi. Karena ketika cinta kasih hadir, ia akan memberikan keyakinan dan harapan hadir bersamanya. Tukul Arwana dalam acara show kondangnya sering berkata, ”Cintailah pekerjaan dan tanggung jawab Anda maka pekerjaan itu akan mencintai Anda.” Melakukan lebih dari sekadar bekerja adalah jurus sukses Tukul Arwana yang membuat acaranya memiliki rating tinggi serta tetap diminati pemirsa di rumah sampai hari ini.
Jhon Ruskin menyatakan, ”Ketika cinta dan kemampuan bekerja sama, sebuah maha karya akan hadir.” Semua karya besar yang pernah, sudah, dan yang akan ada berasal dari cinta kasih. Manusia yang merupakan ciptaan yang paling mulia hadir ke dunia ini dengan cinta kasih. Cinta kasih akan membuat kita mempunyai komitmen yang penuh terhadap semua pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan, serta menyelesaikannya dengan sempurna.

Advertisements