Learn, Relearn and Unlearn


Apa yang harus dilakukan dalam masa perubahan yang cepat? Billi P.S Lim berkata, “Yang harus kita lakukan dalam masa perubahan adalah belajar (learn), belajar kembali (relearn) dan membuang ajaran yang lama/usang (unlearn). Ini yang saya namakan inovasi. Peter Drucker berkata, “Perubahan besar menciptakan kesempatan lebih banyak.” Dulu pengetahuan kita hanya dibatasi oleh kapasitas pengetahuan guru kita, sehingga guru menjadi sumber segalanya, tetapi hari ini sumber pengetahuan dapat berasal dari berbagai jendela informasi yang ada di sekitar kita.
Dalam dunia yang terus berubah, bahaya terbesar adalah banyaknya informasi yang tak berguna masuk ke dalam hidup kita. Semua informasi dapat kita tarik dalam genggaman kita. Tahukah kita bahwa fakta membuktikan bahwa lebih banyak informasi yang masuk dalam 10 tahun terakhir daripada 5000 tahun yang lalu, di Amerika Serikat hampir 50 ribu dan 10 ribu majalah yang terbit tiap tahun, Jutaan informasi terbaru ter-update di facebook, twitter, yahoo messenger dan jaringan sosial lainnya dan semuanya ter-update dalam genggaman kita. Dulu waktu saya masih anak-anak hanya ada satu saluran televisi di Indonesia yaitu TVRI, sebuah program pemerintah yang acaranya tidak terlalu menghibur dan banyak berisi berita, program pemerintah, pendidikan dan informasi sehingga kita terbebas dari bahaya kelebihan informasi. Tapi sekarang ada RCTI, SCTV, TransTV, TV One, ANtv, Indosiar, Trans7, Global, TPI dan banyak lagi, Di tengah persaingan yang kuat, televisi berlomba-lomba memberikan hiburan, informasi dengan beragam program menarik yang ditawarkan, bahkan kalau kita ke negara Eropa dan Amerika, lebih dari 50 saluran televisi yang ditawarkan. Setiap malam ketika kita pulang ke rumah, kita harus berjuang memilih antara godaan program televisi atau melakukan hal-hal yang produktif (diskusi atau berkumpul dengan keluarga atau membaca buku). Belum lagi dengan informasi via internet dan handphone. Apa yang terjadi, kemajuan teknologi telah mengalahkan kemajuan hikmat manusia. Dengan semakin mudahnya informasi masuk maka berhati-hatilah dengan semua informasi tersebut karena tidak semua informasi itu bermanfaat bagi kita. Sehingga dibutuhkan manajemen ”recycle bin” dalam hidup kita. Yang menjadi tempat untuk membuang segala informasi yang tidak bermanfaat. Satu hal lagi, dalam perubahan yang super cepat, apa yang kita pakai atau gunakan menjadi cepat usang dan ketinggalan zaman, baik tv, mobil, handphone, komputer/laptop dan barang elektroik lainnya. Umur edar barang-barang khususnya elektronik semakin lama semakin pendek. Handphone yang ada di tangan kita akan terasa ketinggalan zaman hanya dalam waktu setahun saja.
Bagaimana jika ada seorang yang membuang sampah di dekat kita? Apa reaksi kita? Apakah kita membiarkannya? Tentu tidak!. Tapi jutaan informasi sampah yang di lemparkan dunia ini masuk ke rumah dan hidup kita tanpa kita sadari. Informasi sampah itu terus menumpuk dalam pikiran kita sehingga menyebabkan kita menjadi manusia negatif. Istilah populer nya adalah GiGO, garbage in garbage out, jadi jika sampah (garbage) yang dimasukan ke dalam kepala (baca otak) kita, maka sampahlah yang keluar dari kepala kita. Jutaan orang di dunia ini menghabiskan waktunya di depan televisi. Film-film hollywood dengan tema ”dar der dor” telah menciptakan anak-anak yang dengan teganya membunuh teman sekolahnya dengan senjata milik orang tuanya. Bahkan menginspirasi banyak perampok bank untuk melakukan kejahatan ala ”Hollywood”. Hal ini pernah terjadi di salah satu bank swasta di Medan, dimana aksinya mirip dengan film-film hollywood. Dalam rumah tangga televisi menyala rata-rata 8 jam sehari. Dan selama itu, banyak sekali contoh tindakan kekerasan, dunia mimpi, mistik yang berbungkus religi, tahayul yang ditawarkan dan dikonsumsi oleh kita. Ada statistik menarik tentang televisi, ”Jika seseorang duduk dan menonton televisi lebih dari 15 menit, pikirannya akan menjadi seperti orang yang tidak sadar” dan dipengaruhi oleh keasyikan program televisi tersebut. Menonton televisi adalah kecanduan jenis baru. Game internet dan komputer yang terus semakin canggih dan membius anak-anak usia sekolah, sehingga anak-anak tidak lagi berminat pada buku, pelajaran sekolah dan ”permainan diluar rumah”. Sinetron televisi di acara prime time, dari pukul 19.00 sd 21.00 telah membius orang tua menghabiskan waktu terbaiknya untuk berkumpul dan bercakap dengan keluarga. Saya suka menyingkat menonton televisi dengan istilah ”MTV” atau ”empty vision” atau tidak ada visi khusus bagi keluarga. Televisi telah merebut waktu terbaik untuk orang tua dan anak berkumpul dan berdiskusi tentang visi (tujuan) keluarga mereka. Merebut waktu terbaik untuk anak-anak belajar. Belum lagi games online seperti mortal combat, mafia wars melalui internet telah membius anak-anak untuk duduk diam di depan komputernya. Ketagihan akan games ini telah merusak mentalitas anak-anak sehingga mempengaruhi prestasi pendidikan mereka bahkan kehidupan sosial mereka. Bahaya televisi, komputer bukan dari perangkat kerasnya tetapi dari perangkat lunak yang dimasukkan ke dalamnya. Tentukan secara jujur saya mau katakan, ada program televisi yang bersifat edukatif dan membangun, tetapi sebagian besar hanya untuk memuaskan kepuasan industri. Bagaimana mengantisipasinya, saya tidak menyarankan untuk tidak membeli komputer atau televisi, ini terlalu ekstrim dan kolot. Kita membutuhkan adanya televisi dan komputer sebagai alat informasi dan sumber pengetahuan. Untuk dapat mengimbangi informasi sampah yang masuk ke dalam hidup kita, kita membutuhkan filter dan melakukan beberapa hal seperti mematikan televisi, internet atau ponsel kita beberapa waktu, membuang semua ”surat sampah” pada email kita, dengarkan musik yang menenangkan, lagu rohani, lakukan olahraga atau kegiatan fisik, banyaklah membaca buku yang membangun, bacalah program televisi dan pilihlah program yang positif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s