Pribadi yang Optimis


Orang yang memiliki ukuran keyakinan besar akan menjadi pribadi yang optimis. Hanya pribadi yang optimislah yang selalu memiliki keyakinan-keyakinan positif. Penuhilah lingkungan kerja dan rumah Anda dengan orang-orang optimis dan bergaullah dengan mereka. Mereka mungkin orang yang berlebihan, tetapi dalam situasi sulit atau krisis, mereka selalu benar.
Jhon Dooner, CEO McCan-Erickson World Group, membangun bisnis periklanan terbesar di dunia, dengan penghasilan kotor yang melonjak dari 1 miliar dolar pada 1994 menjadi 1,7 miliar dolar pada 1997. Kuncinya, ia dikelilingi orang-orang yang optimis dan memiliki gairah yang luar biasa. Ia tidak memberikan kesempatan dan bersikap tegas kepada orang-orang yang bersikap pesimis dan mudah menyerah, karena orang-orang tersebut menurunkan laju pertumbuhan bisnis perusahaannya. Dengan kata lain, tidak ada tempat bagi orang yang pesimis di perusahaannya.
”Berhati-hatilah dengan lingkungan yang kita pilih karena hal itu akan membentuk diri kita. Berhati-hatilah dengan teman-teman yang kita pilih karena kita akan menjadi seperti mereka.” ~W. Clement Stone
Kelilingilah diri kita dengan para pemenang (orang yang optimis) karena sembilan puluh persen kesuksesan yang kita capai berasal dari teman-teman kita bergaul. Para pemenang akan mengangkat kita, sementara para pecundang hanya akan selalu menurunkan kita. Pepatah mengatakan bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Orang yang optimis menerangi ruang yang mereka masuki sedang orang pesimis membuat ruangan yang terang menjadi gelap. Ini karena orang-orang pesimis dipenuhi alasan-alasan yang menyalahkan situasi dan orang lain. Ke mana pun mereka pergi, mereka hanya diikuti awan mendung kemurungan. Perbedaan mendasar orang optimis dan pesimis adalah dari sudut pandang mereka; si optimis senantiasa melihat kesempatan dalam setiap kesulitan, sudut pandang si pesimis sebaliknya.
Dahulu saya bersekolah di sekolah dasar inpres sederhana di Dabo Singkep, sebuah kota kecil di Kepulauan Riau. Di sana prestasi saya sangat menonjol, padahal saya jarang sekali belajar. Hampir setiap catur wulan saya mendapat rangking satu atau yang terburuk, rangking dua. Begitu juga ketika saya melanjutkan di sekolah menengah pertama di kota yang sama. Rasanya semua pelajaran terasa mudah dan mampu diselesaikan. Saya bersekolah tanpa beban karena tingkat persaingan memang rendah. Namun, ketika melanjutkan ke sekolah menengah atas di Bandung, saya merasakan persaingan yang sangat ketat. Awalnya saya mengalami kesulitan karena teman-teman saya memiliki level pendidikan dan wawasan pengetahuan yang lebih tinggi. Akan tetapi saya tidak kehilangan akal. Saya berusaha mencari teman-teman yang pintar di sekolah dan mulai belajar dari mereka untuk memacu kemampuan saya. Akhirnya saya berhasil menyelesaikan SMA di Bandung dengan tetap menjadi juara. Bayangkan, apa yang akan saya alami jika tetap berada di kota kecil tersebut? Kemungkinan besar saya akan merasa menjadi orang pintar, cepat puas, tetapi sesungguhnya kemampuan saya tidak berkembang dan biasa-biasa saja. Kepindahan ke Bandung telah membawa saya naik tingkat pada persaingan yang lebih ketat, sehingga kemampuan saya menjadi lebih tinggi lagi. Pengalaman ini mengajarkan suatu pelajaran berarti, bahwa sebelum ke Bandung, saya selalu berada dalam zona kenyamanan yang membuat saya puas. Memutuskan pindah ke Bandung adalah sebuah langkah yang baik karena menciptakan lingkungan persaingan yang lebih keras. Perubahan lingkungan pergaulan yang baik membawa kita menjadi lebih baik. Namun, saya tidak pernah menyesal pernah bersekolah dasar di sana karena sekolah itu telah memberi dasar yang kuat bagi kepercayaan diri saya (terima kasih kepada Bapak E. Tauran, kepala sekolah SD inpres Setajam, Dabo Singkep yang tidak pernah saya dapat lupakan).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s