Oppurtunity is now here


Apakah yang kita bayangkan dengan pernyataan “opportunity is nowhere” (kesempatan tidak ada di mana-mana). Kalau kita cermati dengan seksama maka kata ini dapat kita baca “opportunity is now here” (kesempatan itu sekarang ada disini). Keduanya mengandung jumlah hurup yang sama namun memiliki makna yang sangat berbeda, tergantung dari mana kita melihatnya. Ini sama seperti buku “setengah isi setengah kosong” karya Marpaung Parlindungan, yang mengajak kita untuk melihat gelas yang setengah berisi dan setengah kosong. Ada yang bilang setengahnya kosong tetapi ada orang yang optimis berkata, “setengahnya berisi”. Sebenarnya kesempatan ada dimana-mana tetapi banyak orang tidak melihatnya. Kesempatan hanya dapat dilihat dari mata batin yang positip. Setiap ada perubahan maka ada kesempatan yang datang, jadi masalahnya bukan kesempatan tidak pernah datang tetapi yang sering terjadi adalah kita tidak melihat atau mengabaikannya. Kesempatan menjadi sebuah kesempatan emas jika kita menanggapi dengan persiapan (preparation), karena keberuntungan adalah ketika kesempatan dan persiapan saling ”berciuman”. Berkali-kali kita menemukan kesempatan, tetapi itu menjadi lewat karena kita tidak pernah bersiap. Persiapan menuntut untuk kita senantiasa belajar dan berlatih. Jangan kecewa kalau hari ini kita hanya berlatih dan belajar, karena hanya orang yang berlatih dan belajar yang akan memanfaatkan kesempatan menjadi sebuah kemenangan. Saya tidak pernah berhenti untuk belajar dengan membaca banyak buku dan berlatih untuk menulis walaupun tulisannya tampak konyol, karena saya percaya suatu saat nanti kesempatan itu akan datang dan buku saya akan dibaca banyak orang. Banyak kita membenci proses seperti ini, kita maunya langsung sukses. Tidak ada kesuksesan yang langgeng yang diperoleh secara sebuah kebetulan atau keberuntungan. Keberuntungan yang berlanjut menuntut kesempatan dan persiapan yang matang. Persiapan terkadang membutuhkan keringat dan air mata. Seringkali saya berjam-jam menghabiskan waktu untuk belajar dan belajar serta menulis buku. Tetapi jam-jam itu saya lewati dengan bahagia karena semangat untuk berbagi kepada orang lain melalui tulisan. Bertahun-tahun JK. Rowling terus menulis, bahkan ketika naskahnya tidak diterima oleh banyak penerbit, ia terus menulis, menulis dan menulis. Dan pada akhirnya lahirnya karya buku fenomenal yaitu Harry Potter.
Sama seperti sebuah proses kelahiran anak jerapah, maka sang Induk tidak pernah berbaring, seperti layaknya manusia, maksudnya tidak ada tempat tidur yang empuk dan nyaman. Sang induk akan tetap berdiri dimana posisi pantatnya akan tetap setinggi tiga meter di atas tanah. Dan anaknya akan keluar dan kemudian terjatuh ke tanah, mendarat dengan punggungnya ke tanah. Induknya akan menunggu kira-kira 1 menit, kemudian menendang anak bayinya, yang membuat kepala si bayi terangkat di atas kakinya. Sebuah proses kelahiran yang luar biasa sadisnya. Pertanyaannya, ”Mengapa induknya dengan tega melakukan itu?” Jawabannya adalah sang induk ingin anaknya bangkit berdiri. Selama anaknya tidak dapat berdiri maka sang induk akan terus menendang anaknya sampai ia benar-benar berdiri. Hal ini penting karena di hutan rimba, jika anaknya tidak cepat berdiri maka ia akan menjadi santapan dari hewan pemangsa. Tantangan hidup kita akan membuat kita bangkit dan maju terus. ”Setiap pagi di Afrika, segerombolan rusa berjanji atau berkata di dalam hatinya untuk berlari lebih cepat dari singa yang memangsanya, tetapi ditempat yang lain diwaktu yang sama singa-singa juga berjanji dalam hatinya untuk berlari lebih cepat dari segerombolan rusa”. Marilah kita berkomitmen untuk bergerak lebih cepat dari perubahan itu sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s