PANGGILAN


”Jika seorang terpanggil untuk menjadi penyapu jalan, ia harus menyapu jalan sama seperti Michelangelo melukis atau Beethoven bermain musik atau Shakespeare menulis puisi. Ia harus menyapu jalan dengan baik sehingga semua penghuni surga dan bumi akan berdiam sejenak untuk berkata, ”Di sini hidup seorang penyapu jalan yang besar yang melakukan pekerjaannya dengan baik”.
~ Martin Luther King Jr

Hidup tidaklah hanya untuk untuk dihabiskan guna sebuah kesenangan diri sendiri dan kemajuan karier semata. Hidup merupakan hak istimewa, tanggung jawab, dan pelayanan hidup manusia, sesuai dengan panggilan tertinggi, yaitu panggilan Tuhan. Hal inilah yang membuat hidup memiliki makna sejati. Kita harus tujuan kehadiran kita di bumi ini. Sekecil apa pun yang kita lakukan, jika dilakukan sesuai panggilan hidup, kita akan menjadi orang-orang yang bernilai.
Panggilan akan membuat kita mengetahui akhir perjalanan kita. Dengan demikian kita tidak pernah akan dipalingkan oleh hal-hal lain yang mengganggu perjalanan kita dan fokus pada apa yang menjadi akhir kehidupan kita.
Orang yang hidup dalam panggilan yang sangat jelas (clear calling)—sejelas sebuah sms atau telegram yang langsung dikirim dari surga—hanyalah sedikit. Kebanyakan manusia tidak mengetahui dengan jelas panggilan tersebut. Sebab untuk mengetahuinya terkadang membutuhkan suatu proses yang panjang sehingga panggilan tersebut sering kali baru menjadi jelas seiring dengan berjalannya waktu. Banyak cara untuk menemukan panggilan hidup, antara lain dengan uji diri, saran, dan doa. Namun, ada satu prinsip yang baik dan praktis untuk dapat menemukan panggilan yaitu dengan mengerjakan terlebih dulu pekerjaan apa yang kita sukai.
Thomas A. Edison berkata, ”Seumur hidup saya tidak pernah bekerja. Yang saya lakukan hanyalah bersenang-senang dengan pekerjaan saya.” Lalu bagaimana agar mengetahui bahwa kita menyukai pekerjaan tersebut? Oleh karena itu kita memerlukan suatu indikator. Pertama, ketika melakukan pekerjaan tersebut, kita sering lupa waktu, bahkan seakan-akan lupa dengan orang yang ada di sekitarnya. Kedua, kita mengerjakannya tanpa beban dan justru begitu asyik. Dan ketiga, kita tetap bahagia mengerjakannya sekalipun tidak dibayar.
Jadi nikmatilah semua pekerjaan yang kita jalani hari ini, perlahan tapi pasti kita akan menemukan panggilan sejati kita. Kerjakan dulu sebaik mungkin semua pekerjaan yang kita hadapi dan seiring berjalannya waktu kita akan menemukan pekerjaan apa yang kita sukai. Tandai pekerjaan apa yang kita sukai dan tidak kita sukai. Berfokuslah terus pada pekerjaan yang kita sukai. Dan, tanpa disadari, kita sudah bekerja sesuai dengan panggilan kita.
Selain itu, ada juga cara lain untuk menemukan panggilan kita, yaitu dengan bertanya kepada 20 teman dekat atau orang yang kita kenal dan mengetahui tentang hal-hal efektif apa yang kita kerjakan. Biarkan mereka memberikan penelusuran dan penilaian. Dengarkan nasihat mereka dan lakukanlah hal itu dengan baik.

”Untuk meraih sukses, Anda harus menguasai pekerjaan Anda, menyenangi pekerjaan Anda, dan percaya pada pekerjaan Anda.”
~ Will Rogers

Jangan putus asa jika baru bisa menemukan panggilan yang sebenarnya ketika tidak muda lagi. Nelson Mandela menjadi presiden Afrika Selatan pada usia 76 tahun. Kolonel Harland Sanders baru memulai usaha Kentucky Fried Chicken (KFC) pada usia 65 tahun. Winston Churchill penuh kegagalan dan baru menjadi Perdana Menteri Inggris pada usia 66 tahun. Senator John Glenn menjadi astronot ketika berusia 70-an tahun. Ray Kroc memulai usaha waralaba McDonald pada usia 52 tahun. Michelangelo melukis karya emas di langit-langit Sistine Chapel pada usia 71 tahun. Coco Chanel mendirikan perusahan fashion-nya pada usia 85 tahun. Mbah Surip menemukan popularitas dalam usia tua di atas 50 tahun.
Namun, ini tidak berarti bahwa sebagai orang yang masih muda, kita tidak bisa menemukan panggilan kita. Jangan berkecil hati karena dianggap kurang berpengalaman. Berhentilah mengecilkan diri sebab sejarah mencatat Guglielmo Marconi menemukan radio pada usia 27 tahun. Sir Isaac Newton menemukan hukum gravitasi ketika berumur 23 tahun. Michael Jackson mencatat namanya dalam blantika musik pop dunia pada usia 5 tahun lewat The Jackson Five. Mark Zuckerberg menemukan jejaring sosial Facebook ketika berusia 19 tahun. Michael Dell mendirikan perusahan PCs Limited (cikal bakal Dell Inc.—perusahaan komputer) pada usia 19 tahun. Steven Spielberg membuat film komersial pertamanya pada usia 16 tahun. Chad Hurley dan Steve Shih Chen mendirikan Youtube ketika berusia 28 dan 27 tahun. Jerry Yang dan David menemukan Yahoo ketika berusia 26 dan 28 tahun. Joan of Arc—pahlawan wanita Perancis, berusia 19 tahun ketika memimpin pasukannya mengalahkan Inggris. Oleh karena itu kita tidak perlu menganggap diri rendah karena kita muda. Usia hanyalah masalah tanggal, bulan, dan tahun. Namun, berapa pun usia kita saat ini, kita belum terlambat untuk menemukan panggilan hidup kita dan bertumbuh dalam panggilan tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s