Hidup bukan hanya untuk hari ini


Abraham Lincoln berkata, ”Tuhan tidak akan menciptakan makluk seperti manusia hanya untuk hidup sehari!, Tidak, tidak, manusia diciptakan untuk kekekalan”. Saya percaya hidup kita dibumi hanya sementara, dan bumi yang kita diami ini hanya rumah singgah bagi kita, paling lama hanya 100 tahun kita berada di bumi ini. Inilah masa latihan untuk sebuah kehidupan yang sebenarnya atau putaran pemanasan sebelum masuk ke dalam pertandingan sebenarnya. Jadi selama kita ada di bumi ini kita belajar tentang arti hidup, bagaimana hidup, dan cara-cara untuk hidup berkemenangan. Dalam buku You Are Not Alone karya Arvan Pradiansyah, mengatakan bahwa orang yang menjalani puasa di bulan Ramadhan itu seperti sedang mengikuti latihan atau pelatihan, sebuah sekolah rohani untuk mentransformasi diri kita untuk menghadapi dunia yang sebenarnya di 11 bulan berikutnya. Jadi satu bulan ibadah puasa adalah sarana latihan dan untuk menghadapi kehidupan yang lebih nyata dan penuh tantangan di bulan-bulan berikut. Kehidupan kita dibumi ini hanya sebuah gladi resik untuk menghadapi kehidupan yang lebih mulia dan hebat serta tanpa batas nanti di akhirat yang saya sebut dengan kekekalan.
Sayangnya, hal yang paling merusak dari kehidupan zaman sekarang adalah pola pikir jangka pendek (instan), mumpung masih didunia maka mereka menikmati ”seenak udel” mereka mengabaikan soal nilai-nilai dan norma yang baik dan tidak pernah kawatir dengan akibat dari setiap perbuatan kita hari ini. Hidup menuruti kehendak hati dan ”semau gue”. Padahal Tuhan mengingatkan kita untuk tidak terikat dengan kehidupan yang sementara ini. Tetapi dunia modern terus memikat kita dengan hiburan dengan segala pertunjukkan yang menawan, media yang menarik perhatian, yang membawa kita pada kesenangan sesaat dimana kita terus menerus dihibur, disenangkan dan dipuaskan. Kita pikir ini kebahagiaan (happiness), padahal sebenarnya ini hanyalah sebuah kesenangan (pleasure).
C.S Lewis penulis inggris terkenal, menulis dalam catatan terakhir dalam buku karyanya yang terkenal ”Narnia”….”Bagi kita inilah akhir dari segala kisah…Tetapi bagi mereka itu hanyalah awal dari kisah yang sesungguhnya. Seluruh kehidupan mereka di dunia ini …hanya merupakan sampul dan halaman judul. Sekarang akhirnya mereka memulai pasal satu dari kisah besar yang tidak seorang pun di bumi ini pernah membacanya, yang berlangsung untuk selamanya, yang setiap babnya lebih baik dari bab sebelumnya…”
Hidup ini tidak benar-benar berakhir di pemakaman, rencana Tuhan bagi kita adalah kekekalan. Pemakaman adalah rahim bagi kehidupan kekekalan kita, sembilan bulan kita berada dalam rahim ibu kita, kita dipersiapkan untuk sebuah kehidupan yang lebih panjang. Sama dengan hal itu, kehidupan kita yang mungkin bisa 100 tahun adalah masa persiapan untuk kehidupan yang lebih panjang lagi (kekekalan). Bersiap-siaplah dengan mengisi kehidupan kita yang sementara ini dengan hal-hal yang positip, membangun potensi, mencapai tujuan dan berbagi kebaikan bagi semua orang. Bagaimana caranya untuk menjalani kehidupan ini dengan berarti, Matthew Henry berkata, ”seharusnya setiap hari kita bersiap-siap untuk menghadapi hari terakhir kita.” Kita akan menjadi bijak jika kita senantiasa menganggap bahwa hari yang kita jalani hari ini adalah hari yang terakhir.
Nabi Sulaiman berkata, ”Hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran”. ”Apa maksud dari penyataan ini?” Ini berbicara bahwa cara mengakhiri sesuatu jauh lebih baik dari pada cara kita memulai sesuatu. Ketika kita lahir ke dunia mungkin tidak banyak orang bisa mengingat kapan dan bagaimana kita lahir. Akan tetapi ketika kita meninggal dunia, banyak orang akan membicarakan kehidupan yang sudah kita jalani, entah baik atau buruk. Tentu saja kita ingin mengakhiri dengan memuaskan Sang Pencipta, karena kita diciptakan untuk memuaskanNya serta mengakhiri hidup ini dengan warisan abadi yang kita ukir dalam batu prasasti sejarah manusia. Saya sangat berharap kita semua mengakhiri perjalanan kehidupan ini dengan satu kata yaitu ”sungguh amat baik”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s