Setetes Embun Pagi…..


Dikisahkan setetes embun terjatuh dari daun sebuah pohon yang rindang. Daun itu semakin lama tidak kuat untuk menahan butiran embun bening nan dingin di pagi hari
Butiran embun itu jatuh menetes ke atas bebatuan dan ternyata setiap hari bebatuan tersebut basah. Angin segar yang mengalun mengiringi terbangnya embun di udara sebelum terjatuh di batu yang besar. Tetesan air itu perlahan dan pasti menggoreskan garis basah di bebatuan tersebut. Di sepanjang garis basah itu tumbuhlah lumut dengan subur.
Tak terasa minggu demi minggu berlalu, tampak burung burung kecil mulai hinggap di bebatuan, dan ternyata di bawah bebatuan itu berkumpul sarang semut merah yang merupakan makanan favorit burung-burung. Setiap hari jumlah burung makin banyak yang menghampiri bebatuan tersebut, seakan tidak ada habisnya sumber makanan untuk burung-burung itu.
Bebatuan yang pada mulanya gersang kini di tumbuhi oleh rumput2 kecil dan pohon2 hasil dari kotoran burung-burung, sehingga mulai tumbuhlah sebuah habitat baru yang berkembang menjadi sebuah komunitas dan kemudian berkembang menjadi sebuah ekosistem.
Terjadilah proses rantai makanan di ekosistem tersebut, dan menjadikan kehidupan semakin bervariasi. setetes embun pagi dapat menjadi berkat bagi kehidupan banyak makluk hidup.

Kita lah embun-embun pagi tersebut. Kita diiptakan oleh Tuhan untuk menjadi embun bagi orang disekitar kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s