Selalu Melihat Kedepan……


”Apakah yang menjadi kunci seorang pemain sirkus mampu berjalan di atas tali kawat?” Rahasianya adalah menjaga matanya senantiasa terarah pada tujuan. Jangan pernah melihat ke bawah. Kemana kepala kita mengarah, kesanalah tubuh kita akan mengarah juga. Jika kita melihat ke bawah, maka besar kemungkinan kita akan jatuh ke bawah. Jadi rahasianya adalah selalu melihat ke depan ke tempat dimana kita mau mencapai.
Prinsip ini merupakan kebenaran dalam kehidupan, jika kita berfokus atau berpusat pada penderitaan dan rasa sakit hati, maka kita akan jatuh ke dalamnya. Banyak orang melihat kebawah, mengasihi diri sendiri, mengeluh akan kehidupannya yang tidak adil, meratap segala hal yang menimpahnya. Sebagai akibatnya mereka terpuruk dan kehilangan kehidupan. Tataplah masa depan atau tujuan yang ingin kita capai, mimpilah sesuatu yang besar, dan jangan pernah melihat pada tempat dimana kita berdiri sekarang. Banyak perkataan atau pendapat orang yang meruntuhkan diri kita hari ini, kata-kata ”kamu tidak berbakat”, ”kamu tidak mampu”, ”kamu tidak punya relasi”, ”kamu tidak punya uang”, dan sebagainya, membuat kita hanya melihat kelemahan dan diri kita hari ini. Jika kita melihat ke bawah atau melihat kepada apa yang kita miliki dan alami hari ini maka kita akan kehilangan semangat.
Ingatlah bahwa orang lain tidak menentukan potensi yang kita miliki, apapun yang mereka katakan atau pikiran tentang kita, tidak mengubah apa yang Tuhan berikan kepadamu. Jangan biarkan perkataan yang negatif dan penolakan berakar dan menghalangi kita mengalami kemajuan.
Terlalu sering kita kompromi dengan penolakan yang dilakukan oleh orang lain akan membuat kita putus asa. ”Ya kurasa memang harus begini jadinya”, kita mencoba merasionalisasikan diri kita. Ketika penolakan terjadi, bangkitlah!, dan berusahalah kembali dengan yang terbaik. Kesuksesan datang kepada orang yang terus berusaha yang terbaik. Berfokuslah pada tujuan!
Ang Lee, penerima penghargaan Golden Globe 2006 sebagai sutradara terbaik dalam film Brokeback Mountains, pernah hampir putus asa dan ingin pulang ke kampung halamannya di Taiwan karena ia merasa tidak diterima/ditolak oleh komunitas perfilman Amerika yang tidak menerima film-film berbasis kultur Asia. Tetapi ia mengurungkan niatnya dan kemudian berjuang keras dan berhasil men-sejajarkan dirinya dengan sutradara terkenal lainya seperti Peter Jackson, Steven Spielberg dan Woody Allen. ”Berapa kali kita mau mundur dengar mimpi kita, semua tampaknya mustahil untuk ditembus, dan rasanya juga terlalu sulit untuk ditaklukkan. Tetapi ingatlah lebih baik terus berusaha dan kalah daripada pulang menanggung malu dan rasa penasaran yang membeku”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s