Pertarungan 4 Mata Angin (diambil dari buku As A Great Fighter by RL)


Saya suka dengan cerita tentang pertandingan diantara empat jenis angin, untuk mempertaruhkan siapa yang paling hebat. Untuk membuktikannya, keempat angin tersebut sepakat bertanding untuk menjatuhkan seekor monyet yang sedang bergantungan pada sebatang pohon bambu. ”Siapa yang dapat menjatuhkan monyet tersebut, dialah angin yang paling hebat di dunia, “Demikian kesepakatan mereka. Si angin utara berkata, “Aha, akulah angin yang terhebat di dunia”, dengan segenap kekuatannya kemudian ia berhembus ke arah monyet tersebut, tetapi hasilnya mengecewakan karena monyet tersebut tidak dapat dijatuhkannya, sebaliknya tetap memegang erat bambu tersebut.
Angin selatan tersenyum mengejek kepada angin utara, dan berkata, “Hanya itu kekuatanmu”, “Ini lihat, akan aku tunjukkan segenap kekuatan angin selatan yang terkenal itu, “huuuuuussss” tetapi hasilnya tetap sama, si monyet tetap semakin erat memegang batang bambu tersebut. Dan akhirnya si angin selatan pun menyerah.
“Makanya jangan sombong, “Kata angin timur. ”Kalau kalian mau lihat, inilah angin yang terkuat di dunia dan dengan mengerahkan segenap kekuatannya, angin timur pun berhembus dengan hebat, dua kali lebih hebat dari tiupan kedua angin sebelumnya sehingga pohon bambu tersebut nyaris roboh, tetapi kenyataan pahit ia terima, si monyet tetap saja memeluk pohon bambu tersebut bahkan semakin erat.
Ketiga angin tersebut kecewa dan kemudian mencoba mengintimidasi si angin barat dengan berkata, ”Sudahlah angin barat!”, ”jangan engkau mencobanya lagi, kami semua gagal, apalagi engkau, bukankah kau angin yang terlemah dibandingkan kami”. Tetapi Angin barat dengan keyakinan maju dan berkata, ”Coba kalian lihat”, kemudian angin barat mulai bertiup, dan berbeda dengan cara ketiga angin sebelumnya, angin barat bertiup dengan sepoi-sepoi dan sangat lembut, dalam waktu sekejap si monyet yang tadinya mencengkeram dengan kuat mulai perlahan merenggang karena mulai mengantuk, tak lama kemudian nyaris terlepas dan akhirnya tiba-tiba terdengar bunyi ”buuuukkk” yang mengagetkan mereka berempat. Monyet tersebut terjatuh karena tertidur. Dan si angin barat pun kemudian bersorak gembira, sambil meninggalkan ketiga angin lainnya. Cerita ini menunjukkan bahwa perubahan yang perlahan akan membuat kita mati dan tenggelam. Perubahan yang lambat akan membuat kita akan menjadi ”dinosaurus”. Hati-hati dengan perubahan yang tampak lambat, itu pertanda kita sedang berada dalam zona kenyamanan (comfort zone). Karir, bisnis dan kehidupan yang tampak sama tanpa perubahan yang significant akan membuat kita nyaman, aman dan tanpa pertumbuhan. Memang menyenangkan, tetapi jika terlalu lama hidup dalam kenyamanan akan membuat kita terjebak dan tidak mengalami pertumbuhan dan menjadi manusia yang tertinggal. Kenyataan lain berkata bahwa, ”Banyak orang mengalami kecelakaan bukan di jalan yang berkelok dengan tikungan-tikungan yang tajam dan berbahaya tetapi justru di jalan tol yang lurus dan tampak mudah”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s