Kisah Petani dan Hakim….


Pada tahun 1950 hiduplah seorang petani penggarap dengan keluarganya di sebuah desa. Karena saat itu adalah musim kemarau, tidak ada petani pemiliki yang menyuruhnya bekerja. Akibatnya sang petani tidak memiliki pekerjaan untuk menghidupi anak dan istrinya. “Bu aku terpaksa mencari kerja ke kota, jika tidak , kalian akan mati kelaparan,”kata petani kepada istrinya.
Keesokan harinya sang petani berangkat ke kota. Disana ia bertemu dengan beberapa orang yang menawarkan sebagai tukang bejak. “saya belum bisa mengendarai becak, tolong ajari saya,”pintanya kepada teman-temannya. Setelah beberapa hari belajar, mahirlah sang petani mengayu becak. Tak lama ia pun menyewa sebuah becak dan mulai mencari penumpag. Karena sang petani belum hafal benar dengan jalan jaln dikota tersebut ia meminta kepada setiap penumpang yang dibawanya untuk menunjukkan jalan ke tujuan mereka. Sang petani pun rela dibayar berapa pun oleh para penumpang, “Ya lumayan untuk menambah biaya hidup dari pada tidak bekerja sama sekali.”
Demi mengumpulkan sejumlah uang bagi keluarganya di desa setiap hari sang petani rela hidup hemat, ia menabung semau uang yang didapatinya. Beberapa bulan berlalu,”Hari ini aku bekerja setengah haru saja, nanti sore aku akan kembali ke desa untuk bertemu dengan istri da anakku.
Menjelang sore si petani mengayuh becaknya dengan kecepatan tinggi, ia sudah tidak sabar ingin pulangke desa. Karena kurang hati-hati ia menabrak sebuah mobil sedan milik seorang pengusaha. Spontan pengusaha itu keluar dari mobil dan naik pitam.
“Apak yang kau lakuka terhadap mobil baru saya ini!”katanya sambil melotot, “saya tidak mau tahu, kamu harus mengganti kerugian saya!”.
Kemudian ia menyuruh polisi untuk menangkap , “saya ingin orang ini diadili dan dihukum!”katanya.
Si petani langsung lunglai, ia tidak dapat berkata apa-apa, seperti di samber geledek ditengah hari, kejadian ini benar-benar menghantam jiwanya. Selama 2 hari dipenjara, hari selanjutnya ia dipanggil untuk menjalankan pengadilan.
Di dalam persidangan…”Apakah baak tahu kesalahan yang sudah bapak lakukan,”Kata bapak Hakim.
“Ya, saya tahu” jawabnya lemas.
Saya member anda 2 pilihan, pertama anda harus mengganti kerugian sebesar yang diminta oleh sang pengusaha. Atau kedua anda akan dipenjara selama 6 bulan,” kata hakim tersebut.
Dengan berlinang air mata sang petani berkata,”Pak Hakim, saya datang jauh-jauh dari desa ke ini untuk bekerja, Namun karena kecerobohan saya , bukannya untung yang saya dapat melainkan kemalangan. Saya ingin sekali mengganti kerugian tersebut tetapi saya tidak memiliki banyak uang. Saya mempunyai ini,”kata petani sambil mengeluarka beberapa lembar uang sepuluh ribu, hasil dari menarik becak selama 5 bulan. Bagaimana dengan istri dan anak saya di desa? Hidup mereka sangat bergantung pada saya.”
“Tetapi jika saya masuk penjara 6 bulan….bagaimana juga dengan istri dan anak saya…siapa yan akan mencari nafkah bagi mereka ”
Mendengar cerita si petani, sang hakim merasa iba. Ia berpikir sejenak, lalu berkata,”siding di tunda selama sepuluh menit,” Sang hakim masuk keruangannya tetapi diam-diam ia memanggil petani itu. “apa benar cerita bapak tadi?” Tanya sang hakim.
“Benar pak, saya tidak berbohong, saya cerita apa adanya,”jawabnya.
“Baiklah karena saya merasa Bapak adalah orang baik, saya akan membantu Bapak, Saya akan memberi Bapak sejumlah uang yang dapat bapak gunakan untuk mengganti kerugian si Pengusaha. Bapak pun akan bebas. Apakah bapak mau menerima uang pemberian saya?” Tanya sang hakim.
Sambil menyembah-nyembah, si petani berkata,”Tentu saya mau, Pak. Terima kasih banyak, saya tidak dapat membalas kebaikan bapak. Saya berdoa agar Yang Maha Kuasa yang akan membalasnya.”
Kemudian si petani pun masuk ke ruang sidng. Kali ini ia masuk dengan kepala tegak dan hati yang tenang.
Hakim bertanya kembali.”Mana hukuman yang bapak pilih, membayar denda atau dipenjara???
Dengan lantang ia menjawab,”Saya akan membayar denda dengan lunas!”
Dan sang petanipun bebas….sementara sang hakim tersenyum lebar !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s