Wanita dengan Mawar Merah


Pada masa perang dunia kedua Letnan John BlandFord seorang pilot tempur Amerika Serikat telah lama melangsungkan korespondensi dengan seorang penulis wanita yang ia kagumi, bernama Hollis Meynell. Tulisan tulisan Maynell ini benar benar telah memberikan inspirasi yang besar dalam hidupnya. John begitu tertarik sehingga ia mengirimkan foto dirinya sambil berharap wanita penulis itu mengirimkan balik fotonya. Tetapi Maynell tidak mau melakukannya. Dia malah mendorong Blandford untuk bertemu dengannya setelah usai perang.
Pertemuan itu terjadi setalah perang usai di stasion pusat kota New York, dibawah lonceng. Pada saat yang ditentukan Blandford berdiri dibawah lonceng itu dengan seragam militernya sambil mengepit buku yang mempertemukan dirinya dengan penulis favoritnya, sebagai tanda pengenal. Sementara Meynell berjanji akan datang dengan tanda mawar merah yang diselipkan di kerah bajunya.
Seorang wanita muda berjalan ke arah Blandford, tubuhnya tinggi, dan lansung, rambut pirangnya tergerai bergelombang, dan tampak telinga yang indah. Matanya biru bagaikan bunga, bibirnya merah dan dagunya menunjukkan ketegasan yang lembut. Dalam setelan hijaunya wanita ini bagaikan musim semi yang menjelma. Blandford menghampiri wanita ini, tetapi tidak tampak wanita ini mengenakan mawar merah sebagai tanda. Wanita cantik tersenyum menggoda sambil berkata,” Mau menabrakku tuan serdadu?”
Namun beberapa langkah dibelakang si wanita cantik, John melihat seorang wanita berusia jauh diatas 40 tahun dengan rambut kelabu yang tergelung dibawah topinya. Dia cukup gemuk, pergelangan kakinya besar, mengenakan sepatu tumit rendah, dan dibawah jas cokelatnha yang kusut tersemat mawar merah.
Situasi ini membuat Blandford seakan terbelah dua, begitu besar keinginan untuk mengikuti gadis cantik tersebut, untuk berkenalan dan mengajak berkencan. Tetapi keinginannya menepati janji untuk bertemu dengan Maynell gadis yang berjanji bertemu dengan mengenakan mawar. Dia harus memilih dan ia harus memutuskan untuk memenuhi janjinya, melangkah mendekati wanita bemawar merah.
Tanpa ragu ragu Jhon menegakkan bahunya, memberi hormat dan berkata,” Saya Letnan Blandfort dan Anda adalah nona Maynell , saya begitu bahagia Anda dapat menemui saya. Bolehkan saya mengajak Anda untuk makan malam?
Wanita itu tersenyum penuh pengertian, kemudian berkata,” ibu tidak mengerti tentang uni, Nak. Wanita muda berbaju hijau tadi meminta tolong kepada saya untuk memakai mawar ini dan menunggu. Dia bilang kalau ada pria berbahu tentara meminta pergi dengan mu dan mengajak makan malam, maka bawalah pria tentara itu ke sebarang jalan masuk ke restoran besar. Dia bilang ini semacam ujian. Ibu sendiri punya dua anak yang menjadi tentara , jadi ibu tidak berkeberatan untuk membangu wanita cantik itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s