Manusia Merdeka….


Merdeka dalam bahasa Inggris adalah freedom, singkatan dari free (bebas) dan wisdom (bijaksana), artinya menjadi manusia merdeka itu tidak berarti bebas melakukan apa saja, banyak kan contohnya orang yang mengatasnakan manusia merdeka lalu berbuat seenaknya? seolah-olah hidup sendiri di dunia ini?. Manusia merdeka dalam pengertian freedom adalah bebas berpikir dan bertindak tetapi gunakan dengan bijaksana. Karena kebebasan sejatinya membutuhkan kebijaksanaan, tanpa itu hanya akan melahirkan manusia-manusia anarkhis, demikian pula dengan pikiran, kita bebas berpikir tapi jangan lupa, berpikir bebaspun ada konsekwensinya.
Ada sebuah cerita tentang manusia merdeka yang saya rangkum dari buku The Balance Ways

Pada suatu sore, seorang gadis menangis tersedu-sedu, sang ayah menghampiri dan bertanya “Kenapa kamu menangis?”. Gadis itu nggak menjawab malah menangis sejadi-jadinya, sang ayah terbakar emosinya dan akan mengusir sang gadis, akhirnya sang gadis menjawab “Saya hamil…”.
Mendengar jawaban anak gadisnya sang ayah berteriak keras “Ya Tuhan, siapa yang menghamilimu!!!”, sang gadis menjawab “Kakek yang ada ditengah hutan”, sang ayah kaget “Astaga….orang yang selama ini kita kenal bijaksana dan kita hormati itu, tega berbuat begitu????”.
Waktu berlalu hingga 9 bulan dan si gadispun melahirkan, lalu sang ayah beserta orang sekampung rame-rame mendatangi tempat tinggal kakek tua di tengah hutan. “Ini terimalah hasil perbuatan bejatmu” sang ayah membentak sang kakek dengan melempar bayi mungil yang baru lahir. Sang kakek dengan enteng menjawab “Oke….tidak masalah” lalu menangkap bayi itu dan membawanya masuk ke dalam gubuk reotnya
Satu tahun berlalu, si gadis menangis kembali,”kenapa lagi…..kau hamil lagi? Selidik ayahnya.
Si gadis kembali menangis dan setelah reda menangis dia berkata,”saya telah menfitnah orang lain, yang menghamili saya bukan kakek yang tinggal di pinggir hutan, tetapi seorang pemuda tanggung yang telah pergi melarikan diri dan tidak bertanggung jawab.”
“Ya Tuhan jadi selama ini kita telah berburuk sangka tehadap kakek tersebut. Akhirnya ayah dan anak perempuannya ini kembali mendatangi ke gubuk reot kakek yang baik hati tersebut. “Kakek maafkan kami, kami telah menuduhmu telah melakukan hal keji terhadap anak kami, maukah engkau memaafkan kami?”.
Krek..krek..krek..pintu gubuk terbuka, si kakek keluar diiringi binatang piaraanya dan sorang bocah berumur 1 tahun . Si gadis yang melihat putranya tersebut berkata,”Kakek, bolehkan saya mengambil anak saya ini kembali?
Tidak ada masalah !, saut kakek ini penuh iklas.
Akhirnya gadis itu bisa membawa pulang putranya bersama ayah dan seluruh penduduk sekampung

Have a Great Day…Be a Great Fighter !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s