Wanting is Not Enough, You Must Hunger!


Be A Great Fighter 2Siapa tidak mengenai Mike Tyson, salah satu petinju paling brutal pada abad ini, Dari sekian banyak seniman tinju Tyson juga salah satu petinju paling ganas dan extra power. Banyak lawannya yang cuma bertahan 1 ronde. Malah dari total K.O-nya, angka rata-ratanya ronde 3.
Kebanyakan petinju yang siap bertanding dengan Tyson udah ciut duluan , Tyson terlalu angker untuk dikalahkan apalagi setelah merasakan bagaimana bogem mentahnya mendarah di muka …itu bagaikan ditabrak Angkot. nyaris tidak ada lawan yang berani menatap matanya secara langsung, bahkan petinju yang berjulukan ‘si-pelumat tulang’ alias Bonecrusher justru ngerasain gimana tulang rahangnya kegeser di sambar hook Tyson.

Singkatnya, hampir semua petinju kelas berat saat itu memilih menghindar ketemu Tyson, daripada harus terjerembab di atas ring. Nyali mereka hilang ditiup lirikan mata Tyson yang bagaikan banteng yang sedang marah.

Hingga akhirnya muncul si-James Buster Douglas. Petinju yang nyaris tak terkenal dan nyaris tidak diunggulkan oleh para pengamat dan penjudi tinju.
Douglas sang gelandangan demikian orang menyebutnya, karena demikianlah hidupnya sekian puluh tahun sejak ibunya meninggal ia menjadi gelandangan, dicibir, dan dihina…..tekad untuk mengubah nasib hidupnya membuat ia menjadi petinju yang tangguh dan bermental baja.

Kesempatan bertemu dengan Mike Tyson petinju paling brutal di masa itu, tidak membuat ia gentar…..semangatnya justru meledak!. Ini kesempatan yang langka….menjadi juara dunia dan mengalahkan petinju juara bertahan paling fenomenal Mike Tyson.
Konon untuk menjaga sikap mental nya ia cuma 1 x nonton rekaman video pertarungan Mike Tyson.

Lonceng pertama di bunyiin. Kalo petinju lain mikir seribu kali untuk melanjutkan ke ronde selanjutnya saat pukulan Tyson mendarat ke perut atau muka mereka, lebih baik pura pura pinsan atau KO lebih. Tapi tidak buat si James. Walau sempat jatuh di ronde- 8, bahkan sepanjang Ronde hanya menjadi sangsak hidup, ia terus bangun dan balik membuat Tyson tambah emosional dan kelelahan. Douglas tidak menyerah ia terus bangkit, semakin Tyson bernapsu untuk meng KO….justru Douglas terus bangkit! Justru sebaliknya pukulan yang bertubi tubi yang menyakitkan membuat Douglas memiliki motivasi untuk menjatuhkan Tyson untuk pertama kalinya. Nyali adalah satu yang membedakan Douglas dengan petinju kelas berat lain pada masa keemasan Tyson. Douglas punya nyali buat melototin Tyson saat arahan wasit sebelum lonceng. Punya nyali buat bangun di hitungan ke-7 waktu dia terjungkal ke kanvas. Tyson frustasi, dan mulai kehilangan akal dan kepercayaan diri.

Dan terbukti, kalo nyali yang membuat Douglas menang di Jepang pada bulan Pebruary 1990 itu, si Gelandangan berhasil meng KO si raja KO….malam itu menjadi malam kemenangan bagi Douglas.
Kemenangan yang memberikan inspirasi bagi petinju yang lain untuk menerima kenyataan bahwa Tyson bukannya petinju yang tidak bisa dikalahkan. Karena sejak itu, si-leher beton dirudung kekalahan K.O.

“Jika kamu ingin mencoba, cobalah, lakukanlah karena kamu tidak akan pernah tahu (apa yang akan terjadi),” kata Douglas beberapa saat usai pertandingan.

Keberanian ditambah dengan motivasi yang kuat….wanting is not enough, you must hunger!.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s