SD Inpres Setajam – Bukan Sekolah Pilihan


Pertengahan tahun 1978 adalah tahun sekolah kami berdiri, hanya ada 3 kelas, kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Saya duduk dikelas 2 (sebelumnya saya menghabiskan kelas 1 di SD Negeri 2 Sungai Lumpur Dabo, sekolah yang jauh lebih baik secara fasilitas dan mutu pendidikan). Sesungguhnya saya tidak pernah memilih sekolah ini, tetapi dipaksa untuk… Read More SD Inpres Setajam – Bukan Sekolah Pilihan

Hamparan Kemunteng – Tempat Tanpa Kesedihan


Hamparan pasir-pasir limpahan galian timah membukit berhektar di Setajam menjadi tempat petualangan yang mengasikkan, ribuan pohon kemunting menghiasi tanah-tanah tandus ini. Kaki-kaki kecil legam kapalan berlari tanpa lelah di antara pohon-pohon kemunteng (kemunting) yang berbuah lebat. Tiada hari tanpa musim kemunting di Setajam. Bagi kami buah kemunting adalah anugerah alam yang Tuhan sediakan di negeri… Read More Hamparan Kemunteng – Tempat Tanpa Kesedihan

Di Bawah Pohon Kuini…..


Di bawah pohon kuini Tidak ada tempat sebaik “dibawah pohon mangga kuini (mangifera odorata)”, di tempat inilah awal mimpi saya menerobos segala keterbatasan dan kesederhanaan hidup. Di bawah pohon saya mulai menggambar dan menulis mimpi-mimpi saya di atas pasirnya yang putih. Pasir putih menjadi kanvas atas tulisan-tulisan tentang mimpi, yang kemudian membawa saya melompat keluar… Read More Di Bawah Pohon Kuini…..

Kampung Setajam sebuah Negeri Langit


Kampung Setajam – Negeri langit Saya lahir dan sebagian masa kecil, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, dihabiskan di kampung Setajam (berjarak 4 km dari ibu kota kecamatan Dabo Singkep). Kampung kecil yang tak pernah terlupakan, karena dari sinilah saya belajar sebuah ”rahasia langit” kebesaran Tuhan. Saya lahir sebagai anak bungsu dari lima… Read More Kampung Setajam sebuah Negeri Langit