Kampung Setajam sebuah Negeri Langit


Kampung Setajam – Negeri langit
Saya lahir dan sebagian masa kecil, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, dihabiskan di kampung Setajam (berjarak 4 km dari ibu kota kecamatan Dabo Singkep). Kampung kecil yang tak pernah terlupakan, karena dari sinilah saya belajar sebuah ”rahasia langit” kebesaran Tuhan. Saya lahir sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, sebagai anak bungsu saya terlahir aktif dan hampir tidak bisa diam (sanguinis). Hampir sepanjang hari bermain di luar rumah, berenang di ”kolong” (danau kecil – bekas galian tambang Timah), mencari buah kemunting (rhodomyrtus tomentosa) dan senodok atau senggani (melastoma candidum D.Don), berburu/menangkap burung punai (green pigeon), merbah (hook billed butbul), dan memancing ikan di sungai kecil/kolong. Tidak ada mainan yang mampu membawa saya betah untuk tinggal diam di rumah. Bermain di luar rumah bahkan jauh berkilo-kilometer dari rumah adalah sebuah keseharian dan kesenangan. Tidak ada rasa takut untuk bepergian jauh bahkan tidak pernah gentar bertemu dengan siapapun, keberanian yang dibentuk alam membawa saya hidup tanpa batasan. Di kampung ini anak-anak terbiasa lepas bebas, dengan kaki-kaki telanjang kami yang kuat, bahkan cenderung kapalan kami bermain di hutan, sungai, pantai dan tempat-tempat yang jauh. Rasanya pulau kecil ini terlalu luas bagi kami, tetapi terlalu sempit bagi keingintahuan kami.
IMG-20141115-WA026

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s