KERTAS KECIL PENUH ARTI


Pada suatu pagi di pertengahan tahun 1950an disebuah sekolah di Amerika Serikat seorang guru meminta muridnya untuk menuliskan hal-hal baik pujian pujian tentang teman sekelasnya diatas selembar kertas. Setelah usai guru tersebut dengan penuh semangat dan tekun mengumpulkan semua kertas tersebut dan memindahkan kalimat-kalimat pujian tersebut pada kertas baru untuk masing-masing nama murid yang ada dikelas. Keesokan paginya sang guru membagikan hasil rangkuman itu kepada semua murid dikelas dan tidak lama setelah semua murid menerima kertas berisi kalimat-kalimat positif dari teman-teman sekelas, mereka tersenyum dan saling menggumam dan berbisik, “Benarkah?” “Saya tidak menyangka kalau saya sangat berarti untuk orang lain.” Dan sebagainya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya diri mereka sangat berarti bagi teman-teman mereka. Setiap murid merasa sangat special pada hari itu. Apa yang telah dibuat sang guru telah memompa rasa percaya diri dalam diri setiap murid.
Waktupun berlalu dengan cepat dan murid-murid tersebut bertumbuh dewasa. Dua belas tahun kemudian sang guru mendapatkan telegram yang memberitahukan bahwa salah seorang muridnya yang bernama Mark gugur dalam perang Vietnam. Pengirim telegram tersebut adalah orang tua Mark dan mereka meminta guru tersebut untuk hadir di upacara pemakaman Mark. Pada awalnya sang guru ragu untuk hadir, namun orang tua Mark kembali memaksa dan berjanji untuk mananggung semua biaya perjalanannya. Orang tua Mark memohon kepadanya untuk datang karena ada hal yang penting yang harus disampaikan kepadanya. Sang guru akhirnya luluh dan memutuskan untuk hadir di pemakaman muridnya. Sore itu juga ia langsung terbang ke kota tempat muridnya tinggal.
Sesampai di rumah tempat jenazah Mark disemayamkan, ia disambut oleh keluarga Mark dan mantan-mantan muridnya yang juga mantan teman sekelas Mark. Ia adalah orang yang terakhir yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Ia telah di tunggu-tunggu oleh keluarga Mark dan juga teman-teman sekelas Mark yang juga mantan murid-muridnya. Pada saat ia berdiri disamping peti jenazah , salah seorang tentara yang bertugas mengangkat peti jenazah mendekatinya dan bertanya, “Apakah Anda guru Mark?” guru tersebut menjawab “Ya benar saya gurunya. Lalu tentara tersebut berkata, “Mark seringkali bercerita tentang Anda,” Guru tersebut heran.
Setelah upacara pemakaman selesai, guru beserta seluruh mantan muridnya diajak oleh orang tua Mark untuk makan siang bersama. Selesai makan siang, ayah Mark pun membuka pembicaraan. “Kami ingin menunjukkan sesuatu kepada Anda , Ayah Mark berkata seraya mengambil dompet dari sakunya. “Mereka menemukan ini bersama dengan jenazah , saya rasa Anda mungkin mengenalinya. Ayah Mark membuka dompet dan mengeluarkan dua lembar kertas yang sudah usang, yang kelihatan sudah berkali-kali dilipat.
Sang Guru langsung mengenalinya, kertas tersebut adalah kertas yang ia bagikan kepada murid dikelasnya dua belas tahun lalu. Kertas yang berisi hal-hal yang terbaik dan positif yang ingin dikatakan oleh setiap murid kepada teman sekelasnya.
Saya sangat berterima kasih atas apa yang Anda lakukan pada Mark, “Ucap ibu Mark dengan mata berkaca. “Mark masih menyimpannya dengan baik,’ Beberapa teman Mark juga mengeluarkan kertas serupa. Charlie salah satu teman Mark tersenyum kecil dan mengatakan, “Saya juga masih menyimpannya, saya menaruhnya di laci meja kerja saya di rumah.” Chuck salah satu teman Mark juga mengatakan, “Saya menaruhnya di album pernikahannya. “Saya juga masih menyimpannya dalam buku harian saya, “ucap Chaterine. Lalu Vicky teman sekelas Mark lainnya juga mengeluarkan dompet dari tasnya dan menunjukkan secarik kertas using yang persis seperti yang dimiliki oleh Mark. Lalu Vicky melanjutkan, “Saya rasa kita semua menyimpannya.”
Sang Guru tidak menyangka perbuatan kecil dan sederhana yang dilakukan olehnya, yang terkesan hanya seperti kegiatan untuk mengisi waktu senggang di kelas, ternyata memberi dampak yang besar bagi murid-muridnya. Hal tersebut membuat ia terharu dan tak dapat menahan tangis. Ia tidak menyangka bahwa dirinya mampu mengispirasi dan menggerakkan hati muridnya dan membuat mereka sadar bahwa mereka memiliki arti bagi orang-orang disekitarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s