Angin Atau Matahari


Alkisah, angin dan matahari bertemu, namun mereka sepertinya bertengkar. Salah satu dari mereka mengaku lebih kuat daripada yang lain. Akhirnya mereka sepakat untuk membuat adu kekuatan.

“Lihat, di situ ada seorang pejalan kaki. Mari kita lihat siapa yang berhasil melucuti pakaiannya,” kata Matahari.

Angin setuju dan ia memilih untuk mengambil giliran pertama. Ia meniup dirinya dengan cara yang bahkan paling sulit. Akibatnya, pejalan kaki itu membungkus dirinya dengan jubahnya. Bahkan semakin erat di sekeliling tubuhnya.

Lalu, giliran Matahari. Pada awalnya ia bersinar sangat lembut. Pejalan kaki itu melonggarkan jubah yang melilit lehernya.

Matahari bersinar semakin terang dan cerah. Pejalan kaki itu merasa panas. Tak lama ia membuka pakaiannya dan memasukkannya ke dalam tasnya. Akhirnya, angin harus menerima kekalahannya.

Moral dari kisah tadi adalah amarah atau kekuatan tidak akan berhasil sebagaimana panas yang melakukan pekerjaannya dengan kelembutan/perlahan

IMG20151228135649km

“K. Tatik Wardayati”/Intisari-online.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s