CERDAS ASURANSI _WARISAN


ASURANSI UNTUK MENEBUS WARISAN

“Mas, asset saya banyak, rumah sudah ada tiga. Mobil setiap anak sudah saya kasih. Usaha sudah jalan, jadi buat apalagi punya asuransi”.

Sebut saja namanya Rulan. Orangtua Rulan kaya raya, pengusaha suplai besi untuk beton dan pekerjaan sejenisnya. Jelas, hartanya banyak termasuk sebuah rumah megah dua lantai di sebuah Perumahan elit. Nilai taksirannya -Rulan- sekitar Rp 2.5 miliar.

Hingga cerita ini dimulai. Alkisah orang tua Rulan meninggal dunia, meninggalkan usaha (yang belakangan Rulan tak bisa mengelola dan meneruskannya, karena tak pernah terlibat di dalamnya), dan rumah mewah itu. Karena tak lagi meneruskan usaha, membiayai rumah sebesar itu tentu menjadi beban berat bagi Rulan. Tagihan listrik bengkak luar biasa (hampir diputus) dan Rulan memutuskan untuk menjual rumah, dengan putus asa.

Persoalan timbul saat akan menjual rumah “mahal” itu adalah adanya biaya-biaya yang timbul, proses notaris, pajak jual beli, balik nama sertifikat, dan biaya lain Rumah senilai Rp 2.5 miliar butuh biaya untuk proses jual beli lebih dari Rp 200juta. Uang dari mana, listrik saja menunggak?.

Maka dalam Perencanaan Waris (Estate Planning), asuransi adalah instrumen penting. Usaha bisa diwariskan, iya. Tapi tak semua ahli waris bisa mengelolah dan meneruskan usaha itu, boro-boro tambah maju, yang ada kebanyakan malah bangkrut. Rumah bisa diwariskan, iya. Tapi ternyata untuk proses “pengukuhan legalitas” nya butuh biaya yang besar, yang kadang justru membebani ahli waris. Itu mengapa dalam kasus sengketa waris, rumah warisan adalah salah satu obyek yang terbanyak disengketakan.

Maka bila kisah anda mirip orang tua Rulan, memiliki asuransi adalah salah satu cara “membantu” ahli waris anda memuluskan jalan mereka memiliki hak mereka, secara legal. Klaim asuransi jiwa adalah tunai, bebas pajak. Bisa dipakai untuk menebus warisan, misalnya tergadai atau belum lunas. Atau mungkin dipakai saat proses balik nama atau jual beli.

Jadi sekali lagi Asuransi bukan Tabungan. Asuransi adalah bagian dari “Estate Planning”, perencanaan waris. Tabungan (atau sebenarnya Investasi) dalam produk asuransi adalah benefit tambahan, bukan yang utama. Yang utama adalah proteksi. Bukan proteksi Jiwa atau Nyawa, bukan… Tapi proteksi penghasilan, asset atau harta.

Semoga kita semua tak seperti orang tua Rulan, yang merasa telah mewariskan harta, namun sebenarnya mewariskan “masalah” untuk para ahli warisnya. Cukuplah kisah ini menjadi pelajaran.

Mari kita cerdas ber-Asuransi.
*artikel dari internet

Lebih detail dapat WA ke Rulan di no 081294460284 (hanya menerima WA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s