7 Dosa Menghancurkan versi Mahatma Gandhi


Mahatma Gandhi, Sang guru bangsa India,  pernah mengatakan bahwa ada tujuh hal yang menghancurkan kita. Ke semuanya berkaitan dengan kondisi sosial dan politik. Obat penangkal dari setiap “dosa besar” ini adalah suatu standar eksternal yang eksplisit atau sesuatu yang berdasarkan pada prinsip dan hukum alam, bukan pada nilai-nilai sosial. 1. Kekayaan tanpa kerja. Ini mengacu… Read More 7 Dosa Menghancurkan versi Mahatma Gandhi

KISAH BELALANG


Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran dia bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih… Read More KISAH BELALANG

Melepas Amarah, Meraih Keiklasan


“Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Kitalah yang akan terbakar.” -Sidharta Gautama Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi kita kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor… Read More Melepas Amarah, Meraih Keiklasan

CARA BAHAGIA?


Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api. Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis. Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya… Read More CARA BAHAGIA?

SUDAH BERLALU TIDAK PERLU DISESALI


Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan kelak nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah untuk… Read More SUDAH BERLALU TIDAK PERLU DISESALI

Sudah Di Bayar Lunas


Untuk membiayai pendidikannya, seorang anak miskin menjual barang dari pintu ke pintu. Suatu hari, anak laki-laki ini benar-benar lapar tapi tidak punya uang untuk membeli makanan. Dia memutuskan untuk meminta sesuatu untuk dimakan ketika ia mengetuk pintu di rumah berikutnya. Seorang wanita muda yang cantik membuka pintu tersebut, dan anak itu kehilangan keberaniannya. Akhirnya dia… Read More Sudah Di Bayar Lunas

2018 ???


2018 tahun yang tidak mudah, bukan saja kehadiran lawan-2 yang tidak terlihat _(silent competitor)_ yang langsung menerebos ke rumah konsumen tanpa melalui jalur konventional (konventinal distribution channel) tetapi melalui online _(smartphone)_, jalur digital/online memungkinkan produk menerebus langsung dihadapan customer, berbiaya murah (lebih efisien) dan tak terlihat oleh pesaing. Tantangan Disruption ini memang tak terelakkan, industri… Read More 2018 ???

BAHAGIA ITU SEDERHANA


Setiap orang punya standar kebahagiaan masing-masing. Mungkin hari ini yang membuatnya bahagia adalah ketika bisa menyelesaikan tugas lebih cepat dari biasanya atau melampaui target pencapaian, dapat hadiah atau bonus. Namun di kesempatan lain, kebahagian bisa diperoleh saat mendapatkan tantangan baru yang menjanjikan prestasi lebih baik. Jauh di seberang sana, mereka yang hidup sederhana sudah merasa… Read More BAHAGIA ITU SEDERHANA

MEMBELI WAKTU AYAH (Renungan awal tahun 2017)


Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama. “Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya. Biasanya… Read More MEMBELI WAKTU AYAH (Renungan awal tahun 2017)